Bonding agent dan curing compound adalah material yang sangat penting untuk Pekerjaan perbaikan atau levelling, pengerjaan leveling maupun perbaikan memang terlihat sederhana, permukaan lama dibersihkan, kemudian material baru diaplikasikan di atasnya Namun pada praktiknya, keberhasilan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh kuat tekan material baru Ada dua tahapan yang sering dianggap sepele tetapi mempunyai peran penting, yaitu bonding antara beton lama dengan material baru dan proses curing setelah aplikasi.
Beton lama dan material repair atau levelling yang baru pada dasarnya berada pada kondisi yang berbeda. Beton existing telah mengeras, sedangkan material baru masih dalam kondisi segar ketika diaplikasikan. Jika keduanya hanya dipertemukan tanpa persiapan dan sistem bonding yang sesuai, area pertemuan atau interface antara kedua material dapat menjadi titik yang menentukan keberhasilan pekerjaan. maka dari itu pentingnya bonding agent agar material levelling menyatu dengan sempurna.
Contoh Kasus: lantai beton lama masih baik, tetapi permukaannya perlu diratakan, sebuah lantai beton pada area gudang, workshop, pabrik, atau bangunan komersial yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Secara umum, slab beton existing masih dapat dipertahankan sehingga membongkar seluruh lantai bukan menjadi pilihan utama. Namun, kondisi permukaannya sudah tidak ideal. Sebagian area mengalami aus, terdapat perbedaan elevasi, atau permukaannya perlu dinaikkan dan diratakan kembali sebelum digunakan untuk kebutuhan berikutnya.
Contoh Gambar Permukaan beton tampak aus dan perbedaan elevasi
Pada kondisi seperti ini, solusi yang terlihat paling sederhana adalah: “Tinggal tuang material levelling di atas beton lama.” Namun persoalannya tidak sesederhana itu. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Pertama, bagaimana memastikan material baru dapat merekat dengan baik pada beton lama yang sudah mengeras?
Kedua, material apa yang digunakan untuk membentuk kembali dan meratakan permukaan tersebut?
Ketiga, setelah material baru diaplikasikan, bagaimana menjaga kelembapannya agar air tidak menguap terlalu cepat selama proses hidrasi semen?
Artinya, kasus ini bukan hanya membutuhkan material levelling, tetapi membutuhkan sebuah sistem perbaikan beton mulai dari persiapan substrate, bonding, aplikasi mortar hingga curing.
Pada kasus seperti ini, solusi tidak cukup hanya memilih mortar dengan kuat tekan tinggi. Setiap tahap membutuhkan material dengan fungsi yang berbeda dan harus dapat bekerja sebagai satu sistem. Karena itu, pemilihan material perlu dilihat dari keterkaitan antara bonding, levelling, dan curing. Pada sistem CONSOL, kebutuhan tersebut dapat dijawab melalui Consol 82 LP , Consol Crete Floor Level, dan Consol Cure S, yang masing-masing bekerja pada tahap berbeda tetapi saling melengkapi.
Consol 82 LP berfungsi sebagai bonding agent antara beton lama dengan material baru. Consol 82 LP merupakan structural epoxy adhesive dua komponen yang digunakan untuk merekatkan fresh plastic concrete dengan hardened concrete. Consol Crete Floor Level menjadi material levelling yang di tuangkan, kemudian setelah pekerjaan levelling selesai, dilakukan proses curing minimum tiga hari dengan curing compound. Pada tahap tersebut Consol Cure S yang memang diformulasikan sebagai liquid curing compound untuk membantu mencegah premature water loss, dapat digunakan sebagai bagian dari sistem curing.
Sekarang mari kita lihat bagaimana setiap tahap tersebut bekerja.
- Persiapan Permukaan Beton Lama
Pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi permukaan beton lama.
Bayangkan saja seperti menempelkan sesuatu pada permukaan yang penuh debu. Sebagus apa pun lem yang digunakan, daya rekatnya tidak akan bekerja dengan maksimal jika permukaan dasarnya tidak dipersiapkan dengan benar.
Permukaan beton harus dalam kondisi bersih. Debu, laitance, grease, curing compound, wax, partikel asing hingga material yang telah mengalami disintegrasi harus dibersihkan terlebih dahulu. Permukaan dapat kering maupun lembap, tetapi harus bebas dari genangan air. Beton perlu persiapan menggunakan sandblasting atau metode mekanis lain yang sesuai juga direkomendasikan.
- Consol 82 LP – Sebagai Bonding Agent Beton Lama dan Material Baru
Setelah beton lama siap, tahap berikutnya adalah aplikasi Consol 82 LP sebagai bonding agent. Consol 82 LP merupakan structural epoxy resin adhesive dua komponen, solvent-free dan thixotropic, yang direkomendasikan untuk merekatkan beton baru atau fresh plastic concrete dengan beton yang telah mengeras.
Sederhananya, Consol 82 LP bekerja sebagai jembatan perekat antara permukaan beton lama dengan material baru yang akan ditempatkan di atasnya. Produk ini mempunyai beberapa karakteristik seperti:
- High strength bonding.
- Excellent adhesion terhadap berbagai material struktural.
- High early dan final strength.
- Dapat diaplikasikan menggunakan roller.
- Tetap efektif pada permukaan lembap sesuai ketentuan TDS.
- Consol Crete Floor Level – Material Levelling di Atas Beton LamaSetelah bonding agent diaplikasikan, pekerjaan dapat dilanjutkan menggunakan Consol Crete Floor Level. Consol Crete Floor Level merupakan high performance cementitious mortar dengan tambahan micro silica serta micro dan macro fibres. Produk ini digunakan untuk pekerjaan surface levelling, baik pada lantai baru maupun pekerjaan renovasi lantai.

- Jangan Berhenti Setelah Levelling, Lakukan Curing
Setelah Consol Crete Floor Level selesai diaplikasikan sampai area kerja terlihat sudah rapi, baru di aplikasikan material curing compound karena material berbasis semen masih membutuhkan air untuk menjalankan proses hidrasi semen. Jika air pada material menguap terlalu cepat, khususnya akibat temperatur, angin atau kondisi lingkungan, proses curing menjadi kurang optimal.
Beton perlu di curing menggunakan material Consol Cure S – Membantu Mengurangi Kehilangan Air Selama Proses Curing Consol Cure S merupakan liquid curing compound yang diformulasikan untuk membantu mencegah premature water loss pada beton.
Saat diaplikasikan pada permukaan beton segar, material membentuk lapisan yang membantu melindungi beton dari penguapan air yang terlalu cepat selama tahap awal curing.
Beberapa manfaat yang tercantum pada TDS antara lain:
- Mengurangi dusting.
- Membantu mengurangi kejadian plastic shrinkage.
- Dapat digunakan sebagai sistem curing beton.
- Membantu meningkatkan abrasion resistance.
Pada permukaan horizontal, Consol Cure S diaplikasikan setelah proses final trowelling ketika seluruh bleed water telah menghilang. Konsumsi yang direkomendasikan sekitar 0,15–0,20 kg/m², tergantung kondisi angin, kelembapan dan temperatur.
Tujuannya bukan sekadar membuat permukaan beton tetap terlihat basah, tetapi membantu mengurangi kehilangan air terlalu cepat sehingga kondisi kelembapan material lebih terjaga selama berlangsungnya proses hidrasi.
Perlu dipahami bahwa curing compound bukan pengganti metode pelaksanaan beton yang baik. TDS Consol Cure S juga menjelaskan bahwa penggunaan curing compound tidak menghilangkan seluruh kemungkinan terjadinya cracking akibat long drying shrinkage.